Mari Kita Sama-sama Berkaca


Dari sekian ratus Mahasiswa Lombok yang ku kenal di Yogyakarta, hanya ada beberapa yang benar-benar ku akui sebagai seorang Mahasiswa, karena dari kebanyakan mereka masih banyak yang pasif dan apatis. Jangankan mengenai isu-isu daerah mereka sendiri masih banyak yang kurang tanggap dan responsif, apa lagi untuk mengharapkan isu-isu global dan nasional untuk dibahas atau untuk didiskusikan.

Kemirisan pun datang dari berbagai kalangan Akadmisi, Aktivis, Seniman dan Budayawan. Melihat realita mahasiswa Lombok yang ada di Kota Yogyakarta, terlebih lagi dengan mereka yang akan menyandang gelar status S1, S2 bahkan ada yang S3 di kampus-kampus ternama di Yogyakarta.

Apa yang salah dengan para Cendekiawan muda Lombok, apakah ilmu yang mereka tuntut itu hanya untuk konsumsi sendiri? Lihat ruangan kamarmu, apa yang berubah ketika kamu menyandang gelar Mahasiswa. Lihat kembali buku-buku yang pernah kamu baca, bukankah seorang Cendekiawan harus berguna dan tanggap terhadap isu-isu lingkungan, bukankah Mahasiswa dituntut untuk menjadi agen perubahan dan motor penggerak bagi mereka yang membutuhkan, tolong kau renungkan statusmu hari ini.

Jika memang kau tak berani bersuara hari ini, maka tolong renungkan lagi apa yang membuat ketakuanmu itu! Jika memang kau berani bersuara hari ini, maka tolong renungkan lagi apa yang membuatmu lantang untuk berani melawan?

Kuharap engkau pulang dan merenungkan

Agar besok ada senyum keceriaan


Penulis: Hasan Gauk, Pepadu Jerowaru, Lombok timur
Powered by Blogger.